Yeay ini blog kedua sayaaa ! (yang pertama uda
lumutan) uumm bingung apa ya yang mau saya post pertama kali disini. Mungkin
sekedar berbagi, bagaimana ceritanya saya bisa tersesat di Filsafat UI.
Ketika saat-saat menjelang masa akhir duduk dibangku SMA, ketika semua teman-teman saya sedang bingung akan melanjutkan ke universitas mana dan jurusan apa? saya meminjam sebuah buku (saya lupa buku apa itu) yang isinya mengenai universitas beserta informasi jurusan-jurusannya. Saya buka pada bagian Universitas Indonesia, dan niat awal saya adalah ingin mengambil jurusan kriminologi, tetapi saya melihat jurusan yang asing, yaitu Ilmu Filsafat, saya baca kriterianya dan saya bingung, tapi justru kebingungan itulah yang menarik saya dalam rasa penasaran dan ingin mencobanya.
Saya masih ingat, pada saat itu yang ada
dipikiran saya adalah Filsafat itu apa ya? saya sering melihat dan
mendengarnya dimana-mana tapi itu apa ya? Misalnya dalam buku-buku, sebutlah
pelajaran agama yang sering menyebut-nyebut kata filsafat. Seperti "agama
merupakan falsafah kehidupan karena blablabla", ataupun dalam seni ketika
guru saya menjelaskan sebuah gambar "..jadi filosofi dari gambar
ini adalah blablabla". Dari situ saya merasa sepertinya filsafat ada dimana-mana tapi siapa dia
sebenarnya.
Rasa penasaran itulah yang akhirnya membuat saya
menulis Ilmu filsafat di urutan pertama dalam Formulir SNMPTN Undangan, dan
saya tidak menyangka saya terpilih. Setelah saya masuk dan bercinta dengan
filsafat, saya sadar ternyata saya telah tersesat dijalan yang benar. Dan
orang-orang yang tidak tahu apa itu filsafat adalah orang-orang yang tidak
menghargai sejarah, kita adalah kacang yang lupa kulitnya, bagaikan anak yang
durhaka kepada ibunya. Karena Filsafat ternyata adalah "Mother
of Science". Sejak saat itu saya sadar bahwa keasingan yang muncul
ketika saya melirik ke jurusan filsafat dalam buku tersebut, dikarenakan
sempitnya pengetahuan saya. Dan orang-orang disekitar (yang sebenarnya tidak
tahu apa-apa) malah memandang sebelah mata filsafat sebagai "komunitas
atheis". Seharusnya Filsafat dipelajari sejak dibangku sekolah agar anak
bangsa lebih open-minded dalam mengkritisi dogma-dogma di masyarakat
yang terlalu terkungkung oleh institusi agama dan supaya tidak berburuk sangka
pada si ibu filsafat yang sebenarnya telah berjasa dalam melahirkan peradaban
sehingga bisa sampai seperti sekarang ini.